Breaking News

Bareskrim Polri Akhirnya Terima Laporan FPI terhadap Muwafiq


Mata Angin - Polisi akhirnya menerima laporan anggota Front Pembela Islam (FPI) bernama Amir Hasanudin terhadap penceramah Ahmad Muwafiq alias Gus Muwafiq. Muwafiq dilaporkan atas dugaan penghinaan terhadap Nabi Muhammad SAW.

"Alhamdulilah laporan secara resmi diterima hari ini sehubungan dengan dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Muwafiq di Desa Tempel, Purwodadi pada November 2019 lalu," kata kuasa hukum Amir, Azis Yanuar, di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu 4 Desember 2019.

Azis menuturkan, pernyataan Gus Muwafiq mengenai masa kecil Nabi Muhammad tak berdasar dan tidak ilmiah. Ia pun berharap agar Kepolisian segera memproses laporan ini agar tak ada gejolak di masyarakat.

"Dengan ini kami imbau juga pihak lain dari unsur agama mana pun agar tidak gegabah dalam mengomentari terkait keyakinan agama apa pun dengan tidak berdasar dan tidak ilmiah," katanya.

Dalam laporan kali ini, Azis menuturkan pihaknya melengkapi dengan menyertakan terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia. Sebab, pernyataan Gus Muwafiq yang diduga menghina Nabi Muhammad SAW diucapkan dengan bahasa Jawa.

"Tambahan terjemahan bahasa Jawa ke bahasa Indonesia yang resmi," katanya.

Dalam laporan ini, Gus Muwafiq dilaporkan Pasal 156A KUHP tentang Tindak Pidana Penistaan Agama UU nomor 1 tahun 1946.

Dalam ceramahnya di Purwodadi belum lama ini, Muwafik bercerita soal masa kecil Rasulullah. Dia tidak sependapat bila Muhammad digambarkan sebagai sosok yang berlebih-lebihan ketika kecil.

"Sekarang ini digambarkan nabi lahir itu seperti ini, seperti ini. Nabi lahir biasa saja, enggak usah tiba-tiba dibuat bersinar. Kalau bersinar ketahuan, dipotong sama temannya Abrahah. Ada yang menceritakan, nabi lahir bersinar sampai langit. Kalau begitu ya dicari orang Yahudi, dibunuh. Biasa saja, lahir. Masa kecilnya rebes, ikut mbah. Anak kecil itu kalau ikut mbah pasti tidak terlalu terurus, di mana-mana. Mbah itu di mana saja kalau mengurusi anak kecil itu tidak bisa," kata Muwafik dalam ceramahnya yang tersebar di YouTube. [glr]

loading...

Tidak ada komentar