Breaking News

‘Tumbal’ Itu Bernama First Travel

Penulis: Setiawan Budi


First Travel berdiri, bukan sendiri. Ia bermitra dengan banyak kelompok usaha. Rata-rata, yang menjadi mitra FT adalah orang2 yang mempunyai pengaruh kuat.

Saat FT tersangkut masalah, para mitra ini langsung bereaksi untuk menyelamatkan aset mereka. FT bukan hanya berhutang pada masyarakat yang telah mendaftar, ia juga mempunyai hutang dengan pihak2 yang selama ini membantunya dalam pengadaam tiket, akomodasi di saudi dan lain2nnya.

Ketika booming masalah FT, mitra2 ini langsung membereskan keuangan mereka dengan mengamankan aset2 FT yang besar dan mewah. Ada aset yang sudah diberi police line, malah bisa hilang dr TKP. Afa sertifikat yang sudah terdata, malah bisa hilang saat sidang perkara.

Saya udah pernah nuliskan, bahwa FT hanyalah Tumbal dari mafia2 sesungguhny.


Bagaimana mungkin harta yang udag didata tapi bisa hilang? Siapa yang mendata, siapa yang bisa menghapusnya dr sana..?

Seorang andika, ketika tertangkap ia banyak mendapatkan kunjungan dari kerabat dan mitranya. Berkata siap membantu dan mengamankan harta, lalu andika percaya saat kata2 mereka seperti oase di tengah kepanikan dirinya. Namun, semuanya jadi ambyar saat harta2 besar itu hilang berpindah nama.

Andika sendiri geram, ia pun pernah melontarkan kata2 akan membongkar semua permainan pada dirinya.

Sekarang, yang tertinggal hanya harta2 remahan rengginang. Kalau ada yang pernah baca, mungkin akan kerenyitkan dahi saat item2 harta itu tertulis dengan jelas. Ada gorden, AC, ada lemari es, meja dan kursi.

Semuanya berjumlag 500-an aset yang terdata dan nominalnya pun menurut hitungan saya gak sampai 10M. Namun pagi ini, ada pemberitaan bahwa nominal aset FT tersebut mencapai 25M. Saya gak tau bagaimana hitungannya, apakag itu hitungan jual satuan second, atau harga minimal ketok palu untuk lelang.

Jika 25M aset FT, ketika nilai itu dibagikan pada seluruh jemaah FT yang merugi. Masing2 jemaah hanya mendapatkan penggantian Rp. 400 ribu – 500 ribu saja.

Gak adil dan gak akan selesaikan masalah. Andika pun sebagai owner paham bahwa asetnya saat ini sudah di gondol ‘maling’ yang menumpang di penderitaan dia. Hanya menyisakan aset recehan yang diperhitungkan.

Nama2 orang yang sudah lebih dulu amankan aset andika dengan alasan yg bersangkutan berhutang, sudah ada pada pihak aparat. Pihak aparat juga yg meloloskan aset itu dikuasai oleh pihak yang meminta aset dikeluarkan dari daftar sitaan.

Perkara FT, buka habya seorang andika saja. Dibelakang andika, banyak pihak yang menangguk keuntungan dan menghilang saat kasus FT muncul sebagai penipuan. Pihak2 yang saat ini tertawa dan akan mengulangi lagi cara mereka dengan melirik siapa lagi agen travel umroh yang bisa mereka mainkan.

Yang memberikan izin siap, yang memudahkan urusan visa juga siap, yang mengurus di tanah suci pun acungkam jempol sebagai tanda Ready to everything. Tinggal mencari tumbal baru sebagai wadah untuk menjebak mangsa baru, seperti andika dan istrinya.

Kenali siapa yang harus ditunjuk untuk masalah ini. [glr]

loading...

Tidak ada komentar