Breaking News

Rocky Gerung Tantang Mendikbud Buat Kurikulum Pemberantasan Korupsi di Parpol


Mata Angin - Akademisi Rocky Gerung menilai masih ada sejumlah masalah yang dihadapi para guru di Indonesia. Karena itulah, menurutnya, pemerintah gagal menciptakan harapan bagi para guru.

"Banyak soal, soal honorer, soal kompetensi segala macam. Tapi intinya satu, bahwa pemerintah tidak bisa kasih sinyal harapan kepada publik sehingga guru bergairah untuk menempuh profesi yang dia pilih itu. Itu beban sebetulnya pada Menteri Pendidikan yang baru," kata Rocky di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Pekerjaan rumah untuk Mendikbud Nadiem Makarim, menurut Rocky, bukan hanya soal mengefektifkan kurikulum di sekolah, tapi juga di partai politik. Rocky mengatakan partai politik yang tidak punya kurikulum pemberantasan korupsi bisa membuat nasib guru semakin sengsara.

"Partai politik yang nggak punya kurikulum pemberantasan korupsi itu akan membuat nasib guru itu makin papa, karena hak guru untuk sejahtera dikorupsi justru oleh partai politik. Jadi Menteri Pendidikan mesti bikin kurikulum pendidikan etis di partai politik. Ini satu paket, bukan sekadar revolusi mental, ini revolusi peradaban," ujarnya.

Rocky juga menanggapi soal pidato Mendikbud Nadiem yang viral. Menurutnya, pidato itu bisa menunjukkan sinopsis kegelisahan guru, tapi Nadiem dinilainya masih memiliki beban.

"Seolah-olah itu sinopsis dari kegelisahan guru. Jadi dari segi itu oke, Pak Menteri bisa membaca kegelisahan itu, tetapi di belakang kegelisahan itu ada birokrasi yang berurat akar pada tukar-tambah kepentingan di daerah, birokrasi yang menguasai fasilitas-fasilitas dasar," ungkap Rocky.

"Jadi Menteri Pendidikan itu punya dua beban. Pertama, membereskan birokrasinya; kedua adalah menghasilkan pikiran bermutu. Dan itu harus tiba dengan membongkar kurikulum partai politik," lanjut dia.

Rocky pun menyoroti nasib guru honorer yang masih jauh dari sejahtera. Menurutnya, gaji guru honorer perlu dinaikkan hingga 10 kali lipat.

"Guru-guru honorer itu adalah guru. Jadi bukan honorer yang di status, dia adalah guru. Jadi berhak atas, iya kesejahteraan, terutama karena kesejahteraan. Gajinya mesti dikasih 10 kali lipatlah itu," pungkasnya. [dtk]

loading...

Tidak ada komentar