Breaking News

GNPF ke Ketua KPK: Urusi Saja Koruptor, Ngapain Ngurusin Ulama


Mata Angin - Ungkapan penyesalan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo atas kesempatan Ustaz Abdul Somad (UAS) ceramah di Gedung Merah Putih menuai banyak protes. Agus berjanji akan memeriksa pegawai KPK karena telah mengundang Abdul Somad padahal sempat dicegah oleh pimpinan.

Atas pengakuan itu, Agus bukannya mendapat pujian. Dia malah diprotes oleh berbagai kalangan terutama warganet di media sosial. Agus diminta fokus saja membabat habis koruptor, bukan menghalang-halangi ulama atau ustaz untuk ceramah.

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama), Ustaz Yusuf Muhammad Martak juga menyayangkan sikap Ketua KPK tersebut. Menurut dia, apa urusan Agus Rahardjo melarang UAS ceramah di KPK?

“Saya rasa tidak perlu sampai sedemikian rupa ya. KPK apa urusannya sama Ustaz Abdul Somad,” kata Ustaz Yusuf saat ditemui di kantor DPP FPI, Petamburan, Jakarta, Kamis (21/11).

Terlebih, lanjut Yusuf, UAS memiliki jutaan umat atau penggemar. Jika masalah seperti ini dibiarkan terus menerus dan larut, maka tak menutup kemungkinan akan membuat jutaan penggemar UAS emosional.

“UAS itu dai kondang, janganlah membuat kegaduhan terus menerus, nanti berakibat fatal, malah tidak enak,” ujarnya.

Yusuf mengingatkan lembaga antirasuah itu untuk tidak berbuat kegaduhan yang tidak perlu. Apalagi sampai ramai di berbagai media. Ia meminta KPK fokus pada tugas, pokok dan fungsinya (Tupoksi).

“(KPK) buatlah ketenangan, kan kalau ada sesuatu bisa dibicarakan secara head to head, nggak perlu bicara di media,” katanya.

“Urusi saja koruptor-koruptor, ngapain ngurusin ulama yang berdakwah positif dan bermanfaat bagi jutaan umat,” imbuhnya.

Senada, Ketua DPP PA 212, Ustaz Slamet Maarif mengingatkan KPK berkewajiban untuk menghormatu tamu yang datang. Terlebih yang diundang adalah dai kondang.

“Kalau memang diundang ya layani, dihormati, itu etika apalagi beliau seorang ulama, harus dimuliakan. Saya menyayangkan kalau beliau diundang kemudian ditolak,” katanya.

“Kalau sudah diundang berarti resiko yang ngundang. Beliau (UAS) hanya menerima undangan dan melaksanakan kewajiban,” katanya. [glr]

loading...

Tidak ada komentar