Breaking News

Bamsoet Lagi Caper Ke Jokowi Lewat Wacana Penambahan Masa Jabatan Presiden


Mata Angin - Ada udang di balik batu. Begitu ungkapan yang tepat menggambarkan Ketua MPR Bambang Soesatyo melempar wacana tentang penambahan periode jabatan presiden.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) Ade Reza Hariyadi menangkap bahwa wacana itu didengungkan untuk mencari perhatian alias caper ke Presiden Joko Widodo.

Bamsoet yang masih ngotot maju di Munas Golkar, ingin mendapat simpati dari Jokowi yang selama ini cenderung mendukung calon petahana Ketua Umum Airlangga Hartarto.

“Ini bisa saja terkait dengan agenda pribadi Bambang Soesatyo yang notabene juga menjabat ketua MPR dan sedang bersaing memperebutkan posisi sebagai ketum Golkar," katanya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (21/11).

Bagi Ade, pembatasan masa jabatan presiden yang hanya dua periode sudah tepat. Hal itu untuk menciptakan terjadinya regenerasi dan kaderisasi politik nasional secara reguler dan demokratis.

“Jadi pembatasan hanya dua periode jabatan presiden sudah tepat,” tegasnya.

Selain itu, menambah periode presiden juga berpotensi menyebabkan penumpukan kekuasaan pada seorang figur. Dengan kata lain, bisa berpotensi menimbulkan rezim yang otoriter. 

“Itu bisa memupuk kekuasaan pada figur atau kelompok politik tertentu akibat terlalu lamanya periodesasi jabatan, " pungkasnya.

Bambang Soesatyo melempar wacana itu saat menyambut jajaran pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.

Rombongan itu menemui Bamsoet, sapaan akrab Bambang pada Rabu (20/11) dan dipimpin langsung Sekjen PWI Mirza Zulhadi. Turut mendampingi, Ketua Dewan Kehormatan Ilham Bintang, Ketua Bidang Pendidikan Nurjaman Mochtar, Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga Zulkifli, dan Wakil Sekjen Pro Suprapto.

Kepada rombongan tersebut politisi Golkar itu melempar wacana masa jabatan presiden diperpanjang.

Mungkin perlu juga pemilihan presiden diamendemen, misalnya masa jabatan bisa dilakukan untuk tiga periode,” kata Bamsoet. [rm]

loading...

Tidak ada komentar