Breaking News

Maaf, Sepertinya Nadiem Makarim Tak Akan Bertahan Lama, Sebentar Terus di-reshuffle


Mata Angin - Pemilihan Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) menuai pro-kontra dan kritik pedas dari berbagai kalangan.

Mereka menilai, kendati Nadiem Makarim menunjukkan keberhasilan sebagai bos ojek online, namun dinilai tak memiliki dasar cukup sebagai Mendikbud.

Karena itu, diprediksi, masa jabatan suami Franka Franklin diyakini tak akan lama dan akan di-reshuffle.

Demikian disampaikan pengamat politik Dedi Kurnia kepada JPNN.com, Jumat (25/10/2019).

Prediksi tersebut, didasari pada rekam jejak Mendikbud sebelumnya yang merupakan seorang akademisi, utamanya dari Muhammadiyah.

“Mungkin saja (di-reshuffle) jika ada tekanan publik pada Presiden,” tuturnya.

“Hanya saja kriteria menteri yang ditetapkan presiden memang tidak fokus pada hal-hal fundamental,” lanjutnya.

Dosen di Universitas Telkom itu lantas mencermati komposisi Kabinet Indonesia Maju bentukan Presiden Jokowi.

Menurutnya, orang nomor satu di Indonesia itu lebih sreg melihat hasil jangka pendek dibanding proses di baliknya.

“Untuk beberapa kementerian tidak akan cocok. Semisal pendidikan dan agama, semestinya memang ditempatkan tokoh pemikir, bukan pekerja,” ulasnya.

Dedi menambahkan, seharusnya posisi menteri agama (Menag) diisi tokoh sipil ataupun agamawan.

Keputusan Jokowi menunjuk Fachrul Razi yang berkatar belakang militer sebagai Menag bukanlah solusi untuk menangani isu agama secara holistik.

“Disayangkan menunjuk menteri agama dari militer, tetapi kami bisa membaca jika presiden memandang persoalan agama hanya dari sisi hilir,” kata Dedi.

Sebelumnya, Jokowi mengindikasikan keinginannya dalam percepatan pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan yang diintegrasikan dengan teknologi kekinian.

Ia menuturkan, ada 300 ribu lebih sekolah yang tersebar di pelosor nusantara dengan jumlah pelajar mencapai sekitar 50 juta.

“Bayangkan. Mengelola sekolah, pelajar, memanajemeni guru sebanyak itu dan dituntut sebuah standar yang sama. Kita diberi peluang oleh yang namanya teknologi, aplikasi sistem yang dapat mempermudah dan jadi batu loncatan,” bebernya, Kamis (24/10).

“Yang dulu dirasa tidak mungkin, sekarang jadi mungkin. Sebab itu kenapa saya pilih Mas Nadiem,” kata Jokowi.

Dalam proses penyusunan kabinet lalu, kata Jokowi, dia mendengar banyak hal dari Nadiem, terutama inovasi yang bakal dilakukan di bidang pendidikan.

“Beliau (Nadiem Makarim) cerita ke saya apa yang akan dikerjakan. Sehingga kita harapkan lompatan kualitas SDM kita, bisa terjadi. Akan ada terobosan-terobosan besar untuk melakukan itu,” jelasnya. [ps]

loading...

Tidak ada komentar