Breaking News

Ada Rencana Demo di 30% Wilayah Indonesia Jelang Pelantikan Jokowi


Mata Angin - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa mengumpulkan para komandan/panglima wilayah dan satuan di Mabessad, Jakarta. Pertemuan ini membahas sejumlah isu, utamanya isu keamanan jelang pelantikan presiden dan wakil presiden pada 20 Oktober mendatang.

Dari pertemuan itu, kata Andika, diketahui bahwa kondisi secara umum di seluruh wilayah Indonesia terbilang kondusif. Namun, pihaknya mencatat ada sebagian wilayah, sekira 30 persen dari seluruh wilayah Indonesia, berpotensi terjadi demonstrasi massa.

“Ada beberapa daerah yang secara faktual memang sudah mendapatkan info tentang tanggal pelaksanaan demonstrasi maupun tempatnya. Tapi itu sangat sedikit sekali. Saya tidak menyebutkan di mananya, tapi mayoritas belum ada rencana yang terucap maupun tertulis,” kata Andika di Mabessad, Rabu (9/10).

“Situasinya tadi, itulah inventarisasi kami tadi, situasinya memang hanya beberapa tempat saja. Beberapa tempat itu 30 persen dari seluruh wilayah yang kita undang kecuali Papua. Itu yang secara faktual sudah terucap atau tertulis,” imbuh dia.

Menurut Andika, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan keamanan di seluruh wilayah. Konsep pengamanan itu, katanya, ditangani langsung oleh Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

“Khusus untuk konsep operasi akan dilakukan oleh Panglima TNI. Tetapi paling tidak dari kita bagaimana kita bekerja sama dengan rekan-rekan di daerah, atau dengan jajaran dari Polri, jajaran dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, kabupaten dan kota. Itu kita bahas tadi,” katanya.

Lebih teknis, Andika membeberkan strategi pengamanan yang akan dilakukan, khususnya untuk wilayah-wilayah yang dilaporkan berpotensi terjadinya demonstrasi. Teknis itu meliputi persiapan untuk mobilisasi personil.

“Kita sudah tadi bersama staf umum sampaikan siapkan dari titik-titik yang kita anggap tidak terlalu rawan untuk menyiapkan pasukan-pasukan. Sehingga apabila dibutuhkan itu bisa kita gerakan ke titik-titik yang menjadi pusat tadi,” bebernya.

Terakhir, Andika memastikan bahwa TNI khususnya Angkatan Darat akan bekerja dengan kekuatan penuh untuk mengamankan situasi keamanan nasional. Ia mengatakan tidak ada batas jumlah personel yang akan disiagakan, sebab seluruh personil telah diperintahkan siaga.

“Yang jelas biasanya kita semua (personil). Jadi kita seluruh jajaran, walaupun kita itu punya satuan tempur, tapi biasanya bukan hanya satuan tempur kita libatkan, tetapi satuan teritorial, untuk kita siap di manapun itu. Jadi kalau jumlahnya hampir 100% dari kekuatan Angkatan Darat,” pungkasnya. [glr]

loading...

Tidak ada komentar