Breaking News

UI akan Berlakukan Tarif Masuk Area Kampus, Mahasiswa: Tata Kelola Kampus Kapitalistik



Mata Angin - Universitas Indonesia (UI) Kampus Depok dan Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) dikabarkan akan memungut tarif bagi kendaraan roda dua dan empat yang akan masuk di area kampus. Kabar akan adanya tarif tersebut dibuktikan dengan terpasangnya beberapa palang pintu berbayar (gate Way).

Berdasarkan pantauan di lapangan hampir semua pintu masuk dan keluar di area kampus terlihat palang pintu (gate Way) yang berwarna kuning. Namun palang pintu tersebut masih belum aktif sehingga kendaraan roda dua dan empat masih bisa lewat seperti biasa.
  
Humas UI, Riveli mengatakan kebijakan tersebut sudah lama dilaksanakan oleh kampus UI. "Udah lama kok diberlakukan. Tapi UI Selemba yah dan itu udah dua tahun yang lalu berlaku," ujar Riveli saat dikonfirmasi. Sabtu (6/7/2019).

Sementara untuk kampus UI Depok sambung Riveli belum diberlakukan. "Belum, lagi nunggu SK, tunggu aja yah," pungkasnya.

Salah satu mahasiswa UI, Zainul mengatakan bahwa dirinya belum tahu rencana tersebut. "Saya sih lihat kalau palang pintu itu. Tapi saya belum tau kalau akan dikenakan tarif bagi kendaraan yang masuk ke area kampus," katanya.

Menurutnya sangat disayangkan jika pihak kampus memberlakukan tarif setiap kendaraan yang masuk kampus. Sebab kampus UI adalah kampus yang letaknya ada di tengah kota yang setiap hari dilalui oleh masyarakat Kota Depok.

"Jadi UI ini kan tidak dilalui hanya mahasiswa saja. Tapi masyarakat umum juga memanfaatkan jalur kampus UI. Kan kasihan kalau diberlakukan tarif," pungkasnya.

Selain itu ia juga menilai kebijakan tersebut sangat merugikan mahasiswa. Sebab dengan adanya tarif tersebut akan menambah beban mahasiswa. "Meski mungkin hanya Rp 2000 per jam atau berapa. Tapi kan tetap uang yang keluar artinya sangat membebani menurut saya," ungkapnya.

Sambung Zainul, untuk mahasiswa seharusnya digratiskan mengingat hampir setiap hari mahasiswa melewati area kampus.

"Seharusnya mahasiwa gratis lah," ungkapnya.

Ia juga menilai dengan sistem tarif parkir yang baru ini menandakan bahwa tata kalola kampus sekarang sangat kapitalistik."Ini sudah kapitalis tapi mau apalagi, karena ini sudah menjadi kebijakan kampus. Maka harus dipatuhi dan dita'ati karena ini perintah rektor, "ungkapnya.

Menurutnya dengan adanya regulasi tarif parkir baru di UI, harus ditunjang dengan perbaikan pelayan transportasi mahasiswa (Bis Kuning).

"Semoga ditunjangi dengan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan transportasi publik (Bis Kuning) dan keamanan diarea kampus juga semakin meningkatkan,"tuturnya.

Ia berharap pihak kampus segera mengevaluasi jika benar kebijakan tersebut mau diberlakukan. "Yah saya sih ingin kalau itu benar harus dikaji ulang lah," harapnya. [glr]

loading...

Tidak ada komentar