Breaking News

Menag Bersaksi Tak Pegang, Ajudan Akui Terima Uang



Mata Angin - Lukman Hakim Saifuddin pernah membantah keras menerima uang dari Haris Hasanudin. Rupa-rupanya uang sebesar Rp 10 juta itu berada di tangan seorang bernama Hery Purwanto yang tak lain tak bukan adalah ajudan dari Menteri Agama tersebut.

Haris merupakan mantan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur (Kakanwil Kemenag Jatim) yang duduk sebagai terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta tersebut. Adalah di dalam surat dakwaan Haris yang menyebutkan maksud pemberian uang pada Lukman sebagai 'ucapan terima kasih' karena Lukman telah membantu Haris mendapatkan jabatan.

Lukman pernah membantah hal itu bersaksi dalam persidangan yang berlangsung pada Rabu, 26 Juni 2019. Saat itu Lukman mengaku tidak menyentuh sama sekali uang itu.

"Jangankan menerima, menyentuh saja tidak!" kata Lukman saat itu.

Sebab, Lukman tahu tentang uang itu dari ajudannya tersebut. Dia juga mengaku pada saat itu langsung memerintahkan Hery untuk mengembalikan uang itu.

Apa alasannya Lukman memerintahkan itu?

Mulanya Lukman mengaku datang ke Pondok Pesantren Tebuireng di Jombang, Jatim. Setelah berkegiatan, Lukman mengatakan adanya uang dari Haris yang diterima Hery.

"Setelah saya tiba di rumah, ajudan saya menyampaikan, 'Pak, ini ada titipan dari Haris, Kakanwil', saya tanya, 'Apa itu?' Honorarium tambahan, itu pernyataan ajudan saya," kata Lukman.

"Saya rasa kegiatan di Tebuireng bukan kegiatan Kemenag dan tidak pada tempatnya terima honor tambahan. Malam itu juga, 9 Maret, kembalikan ke Haris," imbuh Lukman.

Kini pada Rabu, 3 Juli 2019, Hery diminta jaksa KPK hadir langsung memberikan kesaksian di pengadilan. Hery mengakui menerima uang itu dari Haris ketika mengawal Lukman di Tebuireng.

"Saya disamperin oleh Pak Haris. (Haris bilang), 'Mas, ikut saya'," kata Hery.

Setelahnya Hery mengikuti Haris ke mobilnya. Di situlah Hery mengaku menerima uang dari Haris. "'Mas, ini saya nitip, honor tambahan buat Pak Menteri'," ucap Hery mengulangi kata-kata Haris padanya saat itu.

Seturut dengan keterangan Lukman dalam sidang sebelumnya, Hery mengaku baru melaporkan uang itu di kediaman Lukman. Saat itu juga Hery mengaku diminta Lukman mengembalikan uang itu ke Haris.

"'Waduh, saya nggak berhak menerima. Itu kan acara bukan acara kanwil. Nanti kamu kembalikan saja'," ucap Hery kali ini menirukan ucapan Lukman.

Hery mengaku berniat mengembalikan uang itu apabila nanti bertemu Haris. Namun pada akhirnya Haris dijerat KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT). Pada akhirnya Hery melaporkan uang itu ke Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag.

"Saya lalu laporkan ke Irjen dululah, terkait gratifikasi bagaimana laporannya. Akhirnya dilaporkan gratifikasi ke KPK," kata Hery. [dtk]

loading...

Tidak ada komentar