Breaking News

Guru Besar UI Kritik Pakar yang ‘Diam’ Atas Sidang MK



Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Prof Ronnie Higuchi Rusli mengkritik para Pakar Hukum Tata Negara yang memilih diam atas sidang sengketa pilpres yang telah berlangsung di Mahkamah Konstitusi (MK). Padahal, jelas Ronnie, mereka dapat memberikan masukan terbaik untuk keputusan MK pada 28 Jubi mendatang.

“Tapi begitu MK buat keputusan, mereka ramai menjawab mengaku sama seperti pikirannya dan kubu 02 (Prabowo-Sandi),” kata Ronnie seperti di akun resminya, Senin (24/6).

Sebaliknya, Ronnie menilai para pakar tersebut merupakan pakar penunggu keputusan MK dan tidak berani memberi pencerahan apa yang akan diputuskan MK. Ia menduga mereka takut tidak mendapatkan ‘job order’ dari pemangku kekuasaan.

“Itulah pakar kita semua, pakar beo. Malah lebih pintar Burung Beo,” katanya.

Menurutnya, jika pakar tersebut adalah benar ahli Hukum Tata Negara, maka mereka akan memberikan pandangan keputusan yang akan dibuat MK sebagai ‘to the best of his/her knowledge the decision to be made by MK’ sebelum MK membuat keputusan. Sebab, para pakar sejatinya berbeda dengan keputusan MK.

“Sekarang mereka pada ngumpet tidak berani memberi masukkan apa yang akan diputuskan MK, tetapi nanti ramai-ramai mereka semua akan berkata amiin mengikuti imam (para hakim MK) seperti layaknya Shalat Jumatan,” ujar Ronnie.

Ia menambahkan, pakar adalah individu yang berani berkata apa yang akan disimpulkan MK. Walaupun nantinya berbeda pendapat dan pandangan dengan keputusan MK sebelum keputusan itu keluar dan Inkracht. [glr]

loading...

Tidak ada komentar